KEPADA SIAPA HARUS BERTANYA ?
Mencontek
bukan lagi rahasia umum, banyak hal dan usaha yang dilakukan untuk mendapat
nilai sempurna tak peduli bagaimana caranya, Indonesia juga punya cerita tentan
mencontek, masih ingat kasus mencontek massal yang terjadi tahun 2011 ? kasus
ini terjadi pada salah satu sekolah
dasar di Surabaya tentu saja banyak pihak harus kembali melakukan evaluasi
secara menyeluruh terhadap system pendidikan kita.
Memang
benar ujian itu susah adanya, sulit memang..mungkin ini menjadi salah satu alasan banyak siswa merasa tidak suka ujian lihat saja raut muka dan suara yang
keluar dari ruang kelas saat kata UJIAN itu mulai terdengar…dari dampak
negative yang akan terjadi saat dilakukan nya ujian seperti mencontek, beban
mental dan psiklogis siswa, jadi beberapa sekolah akan melaksanakan ujian
secara open book agar siswa tidak perlu mencontek mereka dapat membaca buku
mencari catatan sesuka hati tanpa harus sembunyi-sembunyi..melegakan memang
jika ujian seperti ini yang diterapkan
Tapi
ternyata masalah tak berhenti disini, saat system ini dilaksanakan masih saja
ada siswa yang merasa berat menjawab soal padahal ujian ini dilakukan dengan
open book, masih saja berisik tanya kanan-kiri, masih saja banyak tingkah
menganggu teman yang lain hanya sekedar untuk meminjam jawaban.. kali ini apa
masalah yang sebenarnya ? hal ini karena saat ujian open book sebenarnya
siswa-siswa ini harus membaca lebih banyak materi, lebih jeli dalam
menganalisis setiap pertemuan, membuat catatan-catatan penting yang sekiranya
akan keluar dalam ujian. Hal ini masih
saja menyusahkan bagi anak-anak bangsa ini ?
Lalu apakah
ini adalah sebuah kebudayaan ?
Kebudayaan
yang mulai menjalar dalam pendidikan, bahwa ternyata masih ada anak-anak bangsa
yang enggan untuk susah, tidak mau sulit, mereka berharap jawaban-jawaban benar
dapat langsung muncul tanpa harus dicari, tanpa harus membaca. tentu saja masih ada harapan selagi masih ada si jenius si pintar yang dapat diharapkan dapat memberi contekan, hati terasa begitu lega, tapi bagaimana jika orang-orang yang katanya pintar dan jenius itu tak mau berbagi jawaban ? maka seribu hujatan dan cap
ketidaksetiakawanan akan melekat pada orang-orang yang berlatih jujur ini.
Namun yang
lebih berbahaya adalah saat hal ini mulai melekat dalam diri kita, tanpa usaha,
jerih payah, dan rasa susah kita selalu berharap kebaikan itu akan datang pada
kita dan saat hal baik itu tidak kunjung hadir dalam hidup kita pada siapa kita
akan mengutuk ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar