Kamis, 12 Februari 2015

Sebuah Cerita Kemaren

Ada banyak kata yang tak  mampu terungkap hanya sekedar lewat crita,
Crita panjang yang tak ada habisnya untuk menjelaskan tentang apa yang dirasakan
Lalu dengan apa akan ku ungkapkan segala yang terpendam dalam dada
Sejuta impian, keinginan, keindahan yang tak mampu dibagi hanya dengan kata-kata.
Rasa ini tersimpan dalam gambar..
Dimana sebatas mata ini melihat tempat yang jauh dan tinggi.
Lalu tersimpan sejuta Tanya dalam diri. Dapatkah sampai disana ? mampukah ? kuatkah ?
Jauh diatas sejuta Tanya, yang perlu dilakukan hanya sekedar mencoba,, mencoba berjalan dan melewati, melihat sambil belajar memahami.
Kaki ini, mencoba berjalan pelan penuh harap,semangat dan tenaga. sepenuhnya hanya sekedar mencoba sambil menegakkan kepala melihat dengan berani keatas sambil melangkahkan kaki.
Melelahkan.. ternyata tempat itu jauh…
Belum sampai diatas banyak hal yang harus dilihat, harus dilewati
Tak urung banyak hal membuat ragu dan ingin kembali
Tapi kita tidak pernah sendiri,
Terkadang kita harus membulatkan tekad agar berani untuk maju. kita juga tak boleh egois, karena terkadang, kita perlu mengalah untuk berhenti sejenak.
 Melihat kebelakang untuk sekedar memberi peringatan tentang apa yang ada didepan, jangan takut tertinggal, selama kita juga bergerak maju. karena apa yang didepan tak pernah mengecawakan.
indah bukan ?



Rabu, 04 Februari 2015

cintaku sebatas KEYAKINAN ku.


berita yang terbaca dari sebuah surat kabar elektronik yang memutuskan menjatuhkan surat perintah penangkapan bagi fans cewek  yang tampil di panggung bersama salah satu boy band asal Korea, mungkin bagi para K-Popers berita ini masih hangat karena memang beberapa pekan lalu hampir semua komunitas dan Fans dihebohkan dengan berita ini.  dilansir sebuah situs bahwa selain penjara, fans yang memeluk pria bukan muhrimnya itu juga akan didenda (dalam Rupiah)  sekitar Rp 3,4 jutaan.
Hal ini bermula saat grup K-Pop itu menggelar fan meeting. Di mana salah satu member boy band tersebut  mencoba memperagakan ulang adegan dalam sebuah drama korea yang sedang hits. Adegan tersebut dalakukan oleh fans yang kemudian dipeluk dan dicium keningnya oleh salah satu member boyband tersebut.
Apa sebenarnya masalah nya ?
Kenapa terancam dipenjara dan didenda ?
Hal ini semata-mata karena Fans yang dicium dan dipeluk tersebut adalah seorang Muslim, beragama Islam dan Berhijab begitulah yang heboh dibicarakan diberbagai situs media online,
Tidak ada pembenaran karena memang siwanita terebut  salah. dengan melakukan adegan tersebut saat agama menjaganya dengan hijab apalagi telah jelas dalam Islam dilarang  bersentuhan dengan yang bukan mukhrim.
Kesalahan yang sudah jelas kentara oleh mata. namun yang jadi pertanyaan selanjutnya, adalah apakah hanya siFans wanita ini yang terang-terang-an berdosa, jangan-jangan kita terlalu asyik menghakimi tanpa melihat lebih dekat apa yang terjadi disekitar kita karena boleh jadi semut diseberang laut  jelas terlihat namun gajah dipelupuk mata tak Nampak terlihat.
Mungkin perlu kita renungkan kembali pepatah bijak ini. Yang ditakutkan bukan karena kesalahan sebesar gajah yang tidak terlihat. Tapi bisa jadi gajah ini menjadi penghalang penglihatan kita untuk menilai sebuah kesalahan saat berbenturan dengan keyakinan.
Karena hakikatnya segala kesukaan yang kita senangi sewajarnya hanya sebatas keyakinan kita yang menjaganya, tidak boleh lebih dan melebihi kecintaan , kesukaan kita pada sang Maha Pecinta.
yang pasti, Keyakinan ini bukan membatasi namun menjaga, menjaga harga diri, kehormatan dan kesucian. toh banyak orang sukses masih dengan memegang kukuh keyakinannya.

saat Gaul ku terbatas listrik


Dizaman yang modern dan segala tekhnologi telah pesat berkembang memudahkan segala urusan kita, memang. mau ketemuan  tinggal janjian,  bisa dihubungi lewat SMS, WA, BBM, mau kirim berita yang cukup lebar, gak perlu lama-lama lewat surat karena sudah ada e-mail, FB, twitter. mau bayar tagihan listrik, pulsa, air bisa lewat e-banking, butuh informasi cepat dan akurat internet menyediakan layanan 24jam tanpa henti tentu dengan kekuatan kuota masing-masing…betapa mudah, sekali pencet rampung segala perkara,
Bagi mereka yang mempunyai kesibukan diatas jam rata-rata tinggal sekali klik. beres segala urusan, selesai sudah, begitu ceatnya segala kebutuhan akan informasi telah sampai  didepan mata dalam hitungan detik. Tapi miris saat justru ketergantungan dan kemudahan kita ini ternyata tak lebih dari kecanduan kita terhadap barang-barang electronic berdaya listrik bagaimana tidak, disaat pemerintah dan banyak orrganisasi yang peduli akan kehidupan dan keadaan alam dengan mengembor-ngemborkan Save Earth, cengah pemanasan global dengan hemat daya dan selogan-selogan lain, kita malah asyik menambah daftar barang-barang  elektronik yang dapat memudahkan segala urusannya kita, saat kita tak dapat melakukan apapun tanpa listrik, saat barang-barang tak dapat digunakan tanpa listrik, saat acses internet terhenti. remuk redamlah pengetahuan kita, sekejap mengubah kita menjadi sosok tanpa arah bagai kehilangan jalan dan penerangan membuat gatel jemari ini untuk mengetik sekedar memenuhi keinginan kita akan segenap informasi.
Ahhh…sayangnya pengetahuan kita, kecerdasan kita hanya terbatas pada listrik. sehingga membuat kita lupa bagaimana cara untuk berbicara dan bertegur sapa dengan tetangga depan rumah, membuat kita lupa nama tukang sayur yang sering menyediakan segala kebutuhan pokok untuk hidup kita, bagaimana ini? saat kemajuan tekhnologi justru membuat kita lupa bagaimana berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama manusia karena bisa jadi kebiasaan  kita berbicara pada benda-benda mati  yang bahkan tidak dapat bekerja tanpa daya.