Senin, 27 April 2015
Minggu, 05 April 2015
TANPA JUDUL
Hari ini mulai kembali aktifitas seperti biasa
berangkat pagi mengajar-belajar bermain kembali bersama mereka…anak-anak
peserta didik. entah bagaimana sebenarnya kami menyebutnya
Anak didik, peserta didik, murid, teman-teman atau
sebutan apa yang pas untuk menunjukan kedudukan anak-anak ini..
Bertegur sapa riang gembira bertemu dan memangil nama
setiap guru atau pendidiknya, adajuga yang belum sampai gerbang sekolah sudah
menangis bahkan bagi anak baru ada yang sampai meronta..kami sudah tidak kaget
lagi karena bahkan gigitan, cakaran, tendangan2 –nya anak anak ini akan mudah
bersarang diantara pendidik. setelah kutuliskan ini baru kusadari ternyata
dalam tubuh kecil itu terdapat kekuatan yang kadang tak mampu kami menghalaunya..
Mereka anak-anak kuat.
Dan sudah pasti kami pendidik, guru, pengasuh atau
sebutan apa yang pas yang dapat mengambarkan pekerjaan yang setiap hari kami lakukan..berangkat pagi, piket, menyambut
anak, tertawa, bertegur sapa, tampil selalu riang gembira, menyiapkan kelas,
melakukan penilaian , membuat setumpuk adminitrasi sekolah dan memperhatikan
setiap detail pertumbuhan mereka, anak didik kami.
Melihat perkembangannya, ada yang mudah sekali
menangis bahkan hanya mendengar teman lain mengusik hati nya dengan beberapa
pertanyaan menggoda, ada juga yang asyik memenuhi rasa ingin taunya bertanya
ini-itu tangan dan mata nya tak pernah berhenti memperhatikan banyak hal.belum
mengerti aturan main. Ada yang bahkan selama disekolah untuk sekedar membuka
mulutnya saja enggan.diam. tidak menangis hanya saja dia enggan berbicara lebih
senang menyimak melihat banyak temannya melakukan berbagai macam kegiatan.
Adapula yang bahkan untuk mengungkapkan maksud dan keinginannya ia harus
bersusah payah mengeluarkan berbagai action lucunya bermaksud
memberitahu keinginannya tak jarang tangan kecilnya menarik jari ku mencoba
memberitahu hal yang ingin disampaikan dengan menarikku ketempat yang ia tuju. Masih
banyak…ada yang enggan berbicara, ada yang suka cerita ada yang mudah terluka
tapi ada yang ternyata mampu bersikap dewasa dengan tubuh sekecil itu.
Begitulah pola pikir anak-anak itu..dan terkadang
tanpa disadari mereka mampu menemukan jalan penyelesaian atas segala permasalahnya.
Mungkin mereka sesekali akan menangis meraung..memukul teman sendiri, mencubit, berkata keras,
mengadu satu sama lain. Mudah sekali untuk marah dan terluka tapi aku selalu
takzim dengan hal ini karena hal yang sama juga terjadi. mereka juga mudah
sekali lupa untuk sejenak lalu menangis untuk membenci, terluka, sakit hati
tapi lihat belum ada sepuluh menit berlalu mereka bahkan telah lupa kemarahan
dan kesakitannya, kembali tertawa dan bermain. Begitu seterusnya dunia
anak-anak ini.
Melihat bagaimana mereka mnyelesaikan masalah nya
sendiri , dari sakit dan terluka, mereka akan menangis untuk bilang ia sakit.
Tidak berbohong. Karena sebentar saja sakitnya hilang dan ia menjadi ringan
melupakan rasa sakitnya tidak ada yang perlu ditutupi- tutupi jika marah cukup berteriak lalu selelasi, jika
sakit cukup menangis lalu melepaskan.
Kita cukup menjadi bagian dari mereka. Menempati
posisi kita sebagai teman, pendidik, orang tua, pengasuh dan menjadi guru.
Selamat menjadi guru hebat !
Langganan:
Postingan (Atom)