Minggu, 05 April 2015

TANPA JUDUL



Hari ini mulai kembali aktifitas seperti biasa berangkat pagi mengajar-belajar bermain kembali bersama mereka…anak-anak peserta didik. entah bagaimana sebenarnya kami menyebutnya
Anak didik, peserta didik, murid, teman-teman atau sebutan apa yang pas untuk menunjukan kedudukan anak-anak ini..
Bertegur sapa riang gembira bertemu dan memangil nama setiap guru atau pendidiknya, adajuga yang belum sampai gerbang sekolah sudah menangis bahkan bagi anak baru ada yang sampai meronta..kami sudah tidak kaget lagi karena bahkan gigitan, cakaran, tendangan2 –nya anak anak ini akan mudah bersarang diantara pendidik. setelah kutuliskan ini baru kusadari ternyata dalam tubuh kecil itu terdapat kekuatan yang kadang tak mampu kami menghalaunya..
Mereka anak-anak kuat.
Dan sudah pasti kami pendidik, guru, pengasuh atau sebutan apa yang pas yang dapat mengambarkan pekerjaan yang setiap hari kami  lakukan..berangkat pagi, piket, menyambut anak, tertawa, bertegur sapa, tampil selalu riang gembira, menyiapkan kelas, melakukan penilaian , membuat setumpuk adminitrasi sekolah dan memperhatikan setiap detail pertumbuhan mereka, anak didik kami.
Melihat perkembangannya, ada yang mudah sekali menangis bahkan hanya mendengar teman lain mengusik hati nya dengan beberapa pertanyaan menggoda, ada juga yang asyik memenuhi rasa ingin taunya bertanya ini-itu tangan dan mata nya tak pernah berhenti memperhatikan banyak hal.belum mengerti aturan main. Ada yang bahkan selama disekolah untuk sekedar membuka mulutnya saja enggan.diam. tidak menangis hanya saja dia enggan berbicara lebih senang menyimak melihat banyak temannya melakukan berbagai macam kegiatan. Adapula yang bahkan untuk mengungkapkan maksud dan keinginannya ia harus bersusah payah mengeluarkan berbagai action lucunya bermaksud memberitahu keinginannya tak jarang tangan kecilnya menarik jari ku mencoba memberitahu hal yang ingin disampaikan dengan menarikku ketempat yang ia tuju. Masih banyak…ada yang enggan berbicara, ada yang suka cerita ada yang mudah terluka tapi ada yang ternyata mampu bersikap dewasa dengan tubuh sekecil itu.
Begitulah pola pikir anak-anak itu..dan terkadang tanpa disadari mereka mampu menemukan jalan penyelesaian atas segala permasalahnya. Mungkin mereka sesekali akan menangis meraung..memukul  teman sendiri, mencubit, berkata keras, mengadu satu sama lain. Mudah sekali untuk marah dan terluka tapi aku selalu takzim dengan hal ini karena hal yang sama juga terjadi. mereka juga mudah sekali lupa untuk sejenak lalu menangis untuk membenci, terluka, sakit hati tapi lihat belum ada sepuluh menit berlalu mereka bahkan telah lupa kemarahan dan kesakitannya, kembali tertawa dan bermain. Begitu seterusnya dunia anak-anak ini.
Melihat bagaimana mereka mnyelesaikan masalah nya sendiri , dari sakit dan terluka, mereka akan menangis untuk bilang ia sakit. Tidak berbohong. Karena sebentar saja sakitnya hilang dan ia menjadi ringan melupakan rasa sakitnya tidak ada yang perlu ditutupi- tutupi  jika marah cukup berteriak lalu selelasi, jika sakit cukup menangis lalu melepaskan.
Kita cukup menjadi bagian dari mereka. Menempati posisi kita sebagai teman, pendidik, orang tua, pengasuh dan menjadi guru.
Selamat menjadi guru hebat !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar