berita
yang terbaca dari sebuah surat kabar elektronik yang memutuskan menjatuhkan surat
perintah penangkapan bagi fans cewek yang tampil di panggung
bersama salah satu boy band asal Korea, mungkin bagi para
K-Popers berita ini masih hangat karena memang beberapa pekan lalu hampir semua
komunitas dan Fans dihebohkan dengan berita ini. dilansir sebuah situs bahwa selain penjara, fans yang
memeluk pria bukan muhrimnya itu juga akan didenda (dalam Rupiah)
sekitar Rp 3,4 jutaan.
Hal
ini bermula saat grup
K-Pop itu menggelar fan meeting. Di mana salah satu member
boy band tersebut mencoba
memperagakan ulang adegan dalam sebuah drama
korea yang sedang hits.
Adegan tersebut dalakukan oleh fans yang kemudian dipeluk
dan dicium keningnya oleh salah satu member boyband tersebut.
Apa
sebenarnya masalah nya ?
Kenapa
terancam dipenjara dan didenda ?
Hal
ini semata-mata karena Fans yang dicium dan dipeluk tersebut adalah seorang
Muslim, beragama Islam dan Berhijab begitulah yang heboh dibicarakan diberbagai
situs media online,
Tidak
ada pembenaran karena memang siwanita terebut
salah. dengan melakukan adegan tersebut saat agama menjaganya dengan
hijab apalagi telah jelas dalam Islam dilarang bersentuhan dengan yang bukan mukhrim.
Kesalahan
yang sudah jelas kentara oleh mata. namun yang jadi pertanyaan selanjutnya,
adalah apakah hanya siFans wanita ini yang terang-terang-an berdosa,
jangan-jangan kita terlalu asyik menghakimi tanpa melihat lebih dekat apa yang
terjadi disekitar kita karena boleh jadi semut diseberang laut jelas terlihat namun gajah dipelupuk mata tak
Nampak terlihat.
Mungkin
perlu kita renungkan kembali pepatah bijak ini. Yang ditakutkan bukan karena
kesalahan sebesar gajah yang tidak terlihat. Tapi bisa jadi gajah ini menjadi
penghalang penglihatan kita untuk menilai sebuah kesalahan saat berbenturan
dengan keyakinan.
Karena
hakikatnya segala kesukaan yang kita senangi sewajarnya hanya sebatas keyakinan
kita yang menjaganya, tidak boleh lebih dan melebihi kecintaan , kesukaan kita
pada sang Maha Pecinta.
yang pasti, Keyakinan ini bukan membatasi namun menjaga, menjaga harga diri, kehormatan dan kesucian. toh banyak orang sukses masih dengan memegang kukuh keyakinannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar