Ghost/Phantom, Good Doctor, School 2013 beberapa drama
korea bergenre sosial yang mengharu biru silahkan ditonton bukan karena K-Pop sedang melambung ahir-ahir
ini karena bagi pecinta drama korea mereka sudah hafal setiap alur dan crita
yang tidak akan melengceng dari konflik awal, karena begitulah hakekatnya crita
di Drama Korea, konflik yang tak pernah melebar dan terselesaikan sampai keakar-akarnya, tanpa ada
perpanjangan episode jangan kan sampai 3000 episode, untuk drama keluarga drama
korea paling banyak hanya 200-an episode dan untuk drama genre sosial,
kepolisian, kejaksaan, pembunuhan, kedokteran, pendidikan sampai drama yang
isinya cinta-cintaan episode paling banyak tayang tidak lebih dari 24 episode.
Pendek memang, tapi justru pendeknya ini yang membuat para pecinta drama korea
semakin tidak bosan karena bisa rerun kembali drama ini sesekali saat
merindukannya, belum lagi sempat rindu, pecinta drama sudah disuguhkan dengan
drama baru dengan konflik yang berbeda dan pemain berbeda (karena pemainnya
akep-cakep, cantik-cantik, ditambah kualitas acting yang totalitas. Meskipun
begitu layak bagi kita untuk tetap selektif dalam memilih drama karena aku
yakin bukan hanya drama korea, film-film barat bahkan bahkan sinetron-sinetron indonesiapun
mempunyai sisi negatifnya. Jadi mari kita menjadi penikmat tonton yang pintar.
Mungkin diantara teman, saudara, tetangga ada juga yang suka drama korea, coba
tanyakan hal ini pada mereka .
Isi dan problematika Drama Korea memang tidak pernah
lepas pada misi-misi memperkenalkan kebudayaan negara. Mereka menjadikan drama-dramanya,
artis-artisnya sebagai alat pengenal Negara Gingseng ini. Setiap Drama selalu membawa ciri yang dimiliki oleh
Negara yang melambung dengan K-POPnya. Mengenal kebudayaan, makanannya khas korea, kebanyakan orang mungkin
ymengenal kimchi,bbulbogi, sup rumput laut juga dari
drama korea,belum lagi tempat-tempat indah di Korea, pulau jeju, tower Namsan,
kawasan Gangnam, keindahan kota Seoul, Incheon, keadaan sosial, konflik-konflik
yang terjadi dimasyarakatnya, pencitraan dan karakter yang kuat akan masyarakat
dan opini public, bahkan sampai sejarah yang dikemas melalui drama Saeguk seperti Jewel in the palace, dongyi, the great doctor,
jang ok jung bahkan Sungkyunkwan Scandal (sekolah ini benar-benar ada dijaman
joseon-saat ini masih bernama Sungkyunkwan University)yang menceritakan ke-tabu-an bagi wanita untuk menuntut ilmu yang dikemas dengan crita romantikanya, tapi begitulah mereka mengemas drama sejarah yang bahkan bagi mereka yang bukan penduduk korea menjadi mengenal jaman Joseon?. Tidak sedikit mereka
mengenalkan Pariwisatanya seperti Pulau
jeju,sebagai latar belakang cerita dimana Gong Ah Jung yang dimainkan apik oleh
Yun Eun Hye pegawai Dinas pemerintahan
Pariwisata, bekerja mengenalkan banyak kebudayaan korea berjuang agar
Pulau Jeju dapat masuk dalam 7 keajaiban dunia, meskipun hasilnya belum sesuai.
Tapi aku rasa crita ini berhasil membawa pulau Jeju menjadi lebih menawan
apalagi drama ini telah lewat tayang bahkan bukan hanya di Idonesia begitulah
bagian kecil konflik dari diDrama korea Lie to Me . ini baru
masalah pariwisata. Dunia hiburan terlebih drama korea secara konsisten terus
mengenalkan kebudayaan, mengenalkan negaranya, ditambah setiap pengetahuan baru
dimana drama dikemas begitu penuh pengetahuan baru.
Good Doctor crita
berlatar belakang dunia kedokteran khususnya bagian Pediatri (ada yang tahu?
Ini adalah bagian yang menangani pasien/penyakit anak-anak. Tentu ini hal baru
bagi orang-orang yang tidak familiar dengan dunia kedokteran) sarat akan pembelajaran dimana pencitraan bagi
Docter sangat kuat, sangat real karena begitulah konflik-konflik yang mungkin
dapat terjadi. Berharap setidaknya Rumah
Sakit kita memiliki ¼ dari kinerja para dokter di Drama ini. ¼ ini cukup rumah
sakit tidak menolak pasien, kalau pun tak dapat menangani rujuklah ke Rumah
sakit lain jangan asal tolak dan berakhir dengan kematian pasien.
Ghost/Phantom yang dimainkan oleh So Ji Sub yang
bercerita tentang kejahatan dunia maya. Crita ini sangat menyayat hati dimana
korea merupakan Negara dengan akses internet no.1 diDunia masih berhati-hati
dengan internet bayangkan bagaimana setiap system penyebaran informasi ,
hacker, peretas dan tindakan kejahatan yang ada dapat memberikan pembelajaran
untuk lebih berhati-hati lagi seperti kata bang Napi “inggat kejahatan tidak
hanya terjadi karena ada pelaku tapi juga ada kesempatan” ingat-ingat-ingat sepertinya begitu bunyinya
aku tidak ingat betul. Begitulah
penyampaian pesan drama ini tidak hanya berbicara tentang kejahatan yang
terjadi tapi bagaimana kejahatan ini bisa terjadi, apa akibat dari kejahatan,
bagaimana penyelesaian dari tindak kejahatan ? mungkin benar penjahat berdasi
yang sembunyi dibalik kursi kekuasaan memang lebih mengerikan dari pada preman
yang berkeliaran dijalan. Pencitraan Polisi begitu kuat disini memang seperti
itu tidak ada yang benar-benar bersih tapi juga tidak ada kata untuk tidak
memperbaiki kesalahan yang dilakukan. Rasa bersalah, malu, marah itulah yang
harus dirasakan setiap mereka yang
bersalah dan untuk memperbaikinya ternyata tidak mudah, bukan hanya
harta, kedudukan,citra tapi bahkan
sampai ada yang berkorban nyawa, untuk
menebus kesalahan. Lalu bagaimana dengan segala jenis kejahatan dinegara kita ?
Apakah yang sudah terbukti bersalah, menyeleweng, bahkan belum sampai terungkap
pada persidanngan berani untuk setidaknya mundur, setidaknya meninggalkan
jabatan nya? kita tidak bisa berharap banyak.
Hanya yang pasti selalu ada kesempatan untuk memperbaiki selama matahari
masih bersinar esok hari. Dan ini akan membuat kita t lebih pandai dalam
menyikapi setiap tekhnologi yang ada. Karena bisa jadi dampak dari kemajuan
adalah penyakit sosial yang meningkat.
School 2013, dimainkan Lee Jong Suk dan Kim Woo Bin benar-benar
membuat mereka yang berkecimpung didunia pendidikan,terkesima walaupun hanya drama dan acting yang semua telah tersetting coba tengok kedalam crita sebenarnya mungkin kejadian-kejadian ringan seperti dalam drama ini sering dialami banyak guru dibelahan dunia manapun. setiap pemainnya totalitas memberikan gambaran akan setiap permasalahan yang muncul sehingga tercermin dengan jelas segenap permasalahan yang berada di
sebuah lembaga pendidikan. Sebuah cerita yang mengambarkan betapa pendidikan
merupakan salah satu cara selamat saat engkau dimasyarakat, pepatah sebuah
drama yang dikutip “setidaknya engkau harus pintar jika kau tak cukup
cantik” lihatlah bagaimana tidak ada tempat bagi mereka yang tidak pintar
apalagi cantik. Meskipun di Indonesia cantik itu relative jadi mungkin pribahasa ini tidak
cukup berpengaruh. Namun yang menjadi pembahasan dari drama ini sebenarnya
adalah bagaimana seorang guru harus menjadi guru, bagaimana seorang siswa harus
menjadi siswa. Perbedaaan cara mengajar guru dalam menghadapi berbagai siswa
yang berbeda latar belakang dan kemampuan intelektualnya, ada siswa yang
benar-benar belajar agar menjadi lebih
bisa, ada siswa yang belajar mati-matian untuk bisa, ada siswa yang
bahkan enggan belajar karena bukan tidak bisa tapi tidak mau, lengkap
mengambarkan berbagai macam karekter siswa yang ada. Mana yang lebih penting
pemahaman atau nilai yang tertuang dalam selembar kertas yang menghantarkan menuju
perguruan ? system pendidikan yang ketat
dan selektif mungkin bagi siswa yang tidak kuat tertekan akan melintas pikiran
untuk bunuh diri tidak dapat dipungkiri bahwa Negara ini juga termasuk
penyumbang angka kematian yang tinggi untuk kasus bunuh diri, diDrama ini juga
digambarkan bagaimana siswa merasa ingin mengakhiri hidupnya meskipun tidak
dapat dikatakan 100% karena belajar saja, tapi dari banyak drama yang
mengambarkan siswa yang ingin bunuh diri ini seperti mencitrakan bagaimana
menjadi pandai itu berat. Pencitraan dari guru yang apik sempurna dimana guru
itu mempunyai kewenangan dan wibawa bukan karena galaknya tapi lebih tepatnya
dihormati karena kinerjanya. Meskipun
begitu anak-anak tetaplah anak-anak mereka akan hidup dengan dunia sekolah itu
sendiri dan sejauh mana guru mendampingi ? guru hanya mampu menjadi pelita bagi
jalan mereka yang panjang dan apabila berhasil maka diharapkan anak-anak akan
mengikuti jalan terang itu. Setidaknya kita sadar keberhasilan yang diraih oleh
kita semata-mata bukan karena diri kita sendiri tapi ada mereka yang berada
dibelakang yakni guru.
Dari sekian drama yang diungkap dari sisi
pembelajarannya sedikit memang, bukan bermaksud membandingkan tentu saja setiap
hal mempunyai sisi positif dan negatifnya, tapi kita juga perlu bercermin untuk
melihat bagaimana sinetron-sinetron yang ada,
sudahkan membawa pesan pembelajaran, mencitrakan segenap elemen
masyarakat kita? Jangan sampai sinetron-sinetron kita hanya menyumbangkan
aungan-auangan, lompat-lompatan, kekerasan, dendam dan rasa dengki, mengajarkan
bagaimana acting sok baik untuk mendapat perhatian, mengajarkan bagaimana
ayah-ibu kita bisa bercerai atau apaun lah itu. Karena hakikatnya aku, kamu,
kita, masyarakat bangsa dan Negara kita membutuhkan lebih dari itu.
Orang bilang kita dapat melihat sebuah Negara bahkan
dari tayangan televisinya , sangat berharap bahwa tayangan-tayangan yang ada di
Negara kita juga sarat akan pengetahuan dan pendidikan yang mengembangkan
sehingga dapat menerapkan nilai moral
bangsa.
Jangan sampai tugas-tugas pokok yang seharusnya
menjadi tanggungjawab kita, masyarakat, bangsa dan Negara diambil
alih oleh televisi beserta artis-artisnya.
Selamat menjadi penonton cerdas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar