Selasa, 30 Desember 2014

bercermin melihat lebih kedalam dunia hiburan

Ghost/Phantom, Good Doctor, School 2013 beberapa drama korea bergenre sosial yang mengharu biru silahkan ditonton  bukan karena K-Pop sedang melambung ahir-ahir ini karena bagi pecinta drama korea mereka sudah hafal setiap alur dan crita yang tidak akan melengceng dari konflik awal, karena begitulah hakekatnya crita di Drama Korea, konflik yang tak pernah melebar dan terselesaikan sampai keakar-akarnya, tanpa ada perpanjangan episode jangan kan sampai 3000 episode, untuk drama keluarga drama korea paling banyak hanya 200-an episode dan untuk drama genre sosial, kepolisian, kejaksaan, pembunuhan, kedokteran, pendidikan sampai drama yang isinya cinta-cintaan episode paling banyak tayang tidak lebih dari 24 episode. Pendek memang, tapi justru pendeknya ini yang membuat para pecinta drama korea semakin tidak bosan karena bisa rerun kembali drama ini sesekali saat merindukannya, belum lagi sempat rindu, pecinta drama sudah disuguhkan dengan drama baru dengan konflik yang berbeda dan pemain berbeda (karena pemainnya akep-cakep, cantik-cantik, ditambah kualitas acting yang totalitas. Meskipun begitu layak bagi kita untuk tetap selektif dalam memilih drama karena aku yakin bukan hanya drama korea, film-film barat bahkan  bahkan sinetron-sinetron indonesiapun mempunyai sisi negatifnya. Jadi mari kita menjadi penikmat tonton yang pintar. Mungkin diantara teman, saudara, tetangga ada juga yang suka drama korea, coba tanyakan hal ini pada mereka .

Isi dan problematika Drama Korea memang tidak pernah lepas pada misi-misi memperkenalkan kebudayaan negara. Mereka menjadikan drama-dramanya, artis-artisnya sebagai alat pengenal Negara Gingseng ini. Setiap  Drama selalu membawa ciri yang dimiliki oleh Negara yang melambung dengan K-POPnya. Mengenal kebudayaan, makanannya khas korea, kebanyakan orang mungkin ymengenal kimchi,bbulbogi, sup rumput laut juga dari drama korea,belum lagi tempat-tempat indah di Korea, pulau jeju, tower Namsan, kawasan Gangnam, keindahan kota Seoul, Incheon, keadaan sosial, konflik-konflik yang terjadi dimasyarakatnya, pencitraan dan karakter yang kuat akan masyarakat dan opini public, bahkan sampai sejarah yang dikemas melalui drama Saeguk seperti Jewel in the palace, dongyi, the great doctor, jang ok jung bahkan Sungkyunkwan Scandal (sekolah ini benar-benar ada dijaman joseon-saat ini masih bernama Sungkyunkwan University)yang menceritakan ke-tabu-an bagi wanita untuk menuntut ilmu yang dikemas dengan crita romantikanya, tapi begitulah mereka mengemas drama sejarah yang bahkan bagi mereka yang bukan penduduk korea menjadi mengenal jaman Joseon?. Tidak sedikit mereka mengenalkan Pariwisatanya seperti  Pulau jeju,sebagai latar belakang cerita dimana Gong Ah Jung yang dimainkan apik oleh Yun Eun Hye  pegawai Dinas  pemerintahan  Pariwisata, bekerja mengenalkan banyak kebudayaan korea berjuang agar Pulau Jeju dapat masuk dalam 7 keajaiban dunia, meskipun hasilnya belum sesuai. Tapi aku rasa crita ini berhasil membawa pulau Jeju menjadi lebih menawan apalagi drama ini telah lewat tayang bahkan bukan hanya di Idonesia begitulah bagian kecil  konflik dari  diDrama korea Lie to Me . ini baru masalah pariwisata. Dunia hiburan terlebih drama korea secara konsisten terus mengenalkan kebudayaan, mengenalkan negaranya, ditambah setiap pengetahuan baru dimana drama dikemas begitu penuh pengetahuan baru. 

Good Doctor crita berlatar belakang dunia kedokteran khususnya bagian Pediatri (ada yang tahu? Ini adalah bagian yang menangani pasien/penyakit anak-anak. Tentu ini hal baru bagi orang-orang yang tidak familiar dengan dunia kedokteran) sarat akan pembelajaran dimana pencitraan bagi Docter sangat kuat, sangat real karena begitulah konflik-konflik yang mungkin dapat  terjadi. Berharap setidaknya Rumah Sakit kita memiliki ¼ dari kinerja para dokter di Drama ini. ¼ ini cukup rumah sakit tidak menolak pasien, kalau pun tak dapat menangani rujuklah ke Rumah sakit lain jangan asal tolak dan berakhir dengan kematian pasien.

Ghost/Phantom yang dimainkan oleh So Ji Sub yang bercerita tentang kejahatan dunia maya. Crita ini sangat menyayat hati dimana korea merupakan Negara dengan akses internet no.1 diDunia masih berhati-hati dengan internet bayangkan bagaimana setiap system penyebaran informasi , hacker, peretas dan tindakan kejahatan yang ada dapat memberikan pembelajaran untuk lebih berhati-hati lagi seperti kata bang Napi “inggat kejahatan tidak hanya terjadi karena ada pelaku tapi juga ada kesempatan”  ingat-ingat-ingat sepertinya begitu bunyinya aku tidak ingat betul.  Begitulah penyampaian pesan drama ini tidak hanya berbicara tentang kejahatan yang terjadi tapi bagaimana kejahatan ini bisa terjadi, apa akibat dari kejahatan, bagaimana penyelesaian dari tindak kejahatan ? mungkin benar penjahat berdasi yang sembunyi dibalik kursi kekuasaan memang lebih mengerikan dari pada preman yang berkeliaran dijalan. Pencitraan Polisi begitu kuat disini memang seperti itu tidak ada yang benar-benar bersih tapi juga tidak ada kata untuk tidak memperbaiki kesalahan yang dilakukan. Rasa bersalah, malu, marah itulah yang harus dirasakan setiap mereka yang  bersalah dan untuk memperbaikinya ternyata tidak mudah, bukan hanya harta, kedudukan,citra tapi  bahkan sampai ada yang  berkorban nyawa, untuk menebus kesalahan. Lalu bagaimana dengan segala jenis kejahatan dinegara kita ? Apakah yang sudah terbukti bersalah, menyeleweng, bahkan belum sampai terungkap pada persidanngan berani untuk setidaknya mundur, setidaknya meninggalkan jabatan nya? kita tidak bisa berharap banyak.  Hanya yang pasti selalu ada kesempatan untuk memperbaiki selama matahari masih bersinar esok hari. Dan ini akan membuat kita t lebih pandai dalam menyikapi setiap tekhnologi yang ada. Karena bisa jadi dampak dari kemajuan adalah  penyakit sosial yang meningkat.
School 2013, dimainkan Lee Jong Suk dan Kim Woo Bin benar-benar membuat mereka yang berkecimpung didunia pendidikan,terkesima walaupun hanya drama dan acting yang semua telah tersetting coba tengok kedalam crita sebenarnya mungkin kejadian-kejadian ringan seperti dalam drama ini sering dialami banyak guru dibelahan dunia manapun. setiap pemainnya totalitas memberikan gambaran akan setiap permasalahan yang muncul sehingga tercermin dengan jelas segenap permasalahan  yang berada di sebuah lembaga pendidikan. Sebuah cerita yang mengambarkan betapa pendidikan merupakan salah satu cara selamat saat engkau dimasyarakat, pepatah sebuah drama yang dikutip “setidaknya engkau harus pintar jika kau tak cukup cantik” lihatlah bagaimana tidak ada tempat bagi mereka yang tidak pintar apalagi cantik. Meskipun di Indonesia cantik itu relative jadi mungkin pribahasa ini tidak cukup berpengaruh. Namun yang menjadi pembahasan dari drama ini sebenarnya adalah bagaimana seorang guru harus menjadi guru, bagaimana seorang siswa harus menjadi siswa. Perbedaaan cara mengajar guru dalam menghadapi berbagai siswa yang berbeda latar belakang dan kemampuan intelektualnya, ada siswa  yang  benar-benar belajar agar menjadi lebih  bisa, ada siswa yang belajar mati-matian untuk bisa, ada siswa yang bahkan enggan belajar karena bukan tidak bisa tapi tidak mau, lengkap mengambarkan berbagai macam karekter siswa yang ada. Mana yang lebih penting pemahaman atau nilai yang tertuang dalam selembar kertas yang menghantarkan menuju perguruan ?  system pendidikan yang ketat dan selektif mungkin bagi siswa yang tidak kuat tertekan akan melintas pikiran untuk bunuh diri tidak dapat dipungkiri bahwa Negara ini juga termasuk penyumbang angka kematian yang tinggi untuk kasus bunuh diri, diDrama ini juga digambarkan bagaimana siswa merasa ingin mengakhiri hidupnya meskipun tidak dapat dikatakan 100% karena belajar saja, tapi dari banyak drama yang mengambarkan siswa yang ingin bunuh diri ini seperti mencitrakan bagaimana menjadi pandai itu berat. Pencitraan dari guru yang apik sempurna dimana guru itu mempunyai kewenangan dan wibawa bukan karena galaknya tapi lebih tepatnya dihormati karena kinerjanya.  Meskipun begitu anak-anak tetaplah anak-anak mereka akan hidup dengan dunia sekolah itu sendiri dan sejauh mana guru mendampingi ? guru hanya mampu menjadi pelita bagi jalan mereka yang panjang dan apabila berhasil maka diharapkan anak-anak akan mengikuti jalan terang itu. Setidaknya kita sadar keberhasilan yang diraih oleh kita semata-mata bukan karena diri kita sendiri tapi ada mereka yang berada dibelakang yakni guru.

Dari sekian drama yang diungkap dari sisi pembelajarannya sedikit memang, bukan bermaksud membandingkan tentu saja setiap hal mempunyai sisi positif dan negatifnya, tapi kita juga perlu bercermin untuk melihat bagaimana sinetron-sinetron yang ada,  sudahkan membawa pesan pembelajaran, mencitrakan segenap elemen masyarakat kita? Jangan sampai sinetron-sinetron kita hanya menyumbangkan aungan-auangan, lompat-lompatan, kekerasan, dendam dan rasa dengki, mengajarkan bagaimana acting sok baik untuk mendapat perhatian, mengajarkan bagaimana ayah-ibu kita bisa bercerai atau apaun lah itu. Karena hakikatnya aku, kamu, kita, masyarakat bangsa dan Negara kita membutuhkan lebih dari itu.

Orang bilang kita dapat melihat sebuah Negara bahkan dari tayangan televisinya , sangat berharap bahwa tayangan-tayangan yang ada di Negara kita juga sarat akan pengetahuan dan pendidikan yang mengembangkan sehingga dapat menerapkan nilai moral  bangsa.

Jangan sampai tugas-tugas pokok yang seharusnya menjadi tanggungjawab kita, masyarakat, bangsa dan Negara diambil alih oleh televisi beserta artis-artisnya.

Selamat menjadi penonton cerdas 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar